Kamis, 09 Agustus 2012

Urbanisasi

URBANISASI

·      Latar Belakang Urbanisasi

Dalam teori, disebutkan bahwa urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota.
Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap. Terutama pada momen pasca lebaran, dimana banyak orang-orang dari desa berbondong- bondong ke kota-kota besar dengan tujuan untuk mengadu nasib hidup dikota besar seperti Jakarta dan momen tersebut lama-kelamaan menjadi suatu kebiasaan di setiap tahunnya, semakin lama semakin meningkat jumlahnya sehingga menyebabkan fenomena urbanisasi dimana terdapat sentralisasi kependudukan di kota besar.

·      Tujuan Urbanisasi

Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang  biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau
faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Tujuan utama Urbanisasi adalah ingin membuat hidup lebih baik.




A.     PENGERTIAN URBANISASI

Pengertian urbanisasi umumnya yang kita kenal adalah perpindahan dari desa ke kota. Sedangkan menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya adalah daerah Cibinong dan Bontang yang berubah dari desa ke kota karena adanya kegiatan industri. Pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, misal kesempatan kerja.
Pengertian lain dari urbanisasi, dikemukakan oleh Dr. PJM Nas dalam bukunya Pengantar Sosiologi Kota yaitu Kota Didunia Ketiga. Pada pengertian pertama diutarakan bahwa urbanisasi merupakan suatu proses pembentukan kota, suatu proses yang digerakkan oleh perubahan struktural dalam masyarakat sehingga daerah-daerah yang dulu merupakan daerah pedesaan dengan struktur mata pencaharian yang agraris maupun sifat kehidupan masyarakatnya lambat laun atau melalui proses yang mendadak memperoleh sifat kehidupan kota. Pengertian kedua dari urbanisasi adalah, bahwa urbanisasi menyangkut adanya gejala perluasan pengaruh kota ke pedesaan yang dilihat dari sudut morfologi, ekonomi, sosial dan psikologi.
Dari beberapa pengertian mengenai urbanisasi yang diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian urbanisasi adalah merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah/ daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisik/ morfologi, sosial, ekonomi, budaya, dan psikologi masyarakatnya.



·      Definisi Urbanisasi

Kata Urbanisasi sudah sangat tidak asing bagi kita, terutama untuk masyarakat di desa. Yaitu perpindahan dari desa ke kota. Apa kalian ingin tahu mengapa masyarakat di desa melakukan urbanisasi dan sangat ingin melakukan urbanisasi? Mereka para urban memulai dari sebuah mimpi. Mereka bermimpi untuk menjadi orang kaya, lebih sukses dan hidup yang lebih baik di kota dimana sarana dan prasana semua tersedia. Sedangkan faktor-faktor yang menarik adalah kualitas dan kuantitas yang ditawarkan oleh kota besar lebih baik dan banyak. Selain itu, kota besar menawarkan kemudahan dalam segala hal. Hal tersebut merupakan pemicu bagi masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Namun bagi mereka yang tidak punya skill yang mumpuni dan minim pengalaman, mereka akan terjatuh sendiri.
Sedangkan sasaran urbanisasi adalah kota besar, merupakan kota yang menjanjikan dalam semua bidang. Sehingga kota besar terutama ibukota yang menjadi tujuan utama bagi mereka yang berencana untuk melakukan urbanisasi. Serta dukungan bagi tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan yang tertuang dalam pasal 27 ayat ke 2 UUD 1945. Sehingga semakin mantaplah niat bagi mereka untuk urbanisasi. Sehingga tidak dapat dielakkan lagi, kota-kota besar yang memiliki prospek kehidupan yang menjanjikan yang menjadi tempat sasaran utama, dimana daerah tersebut dapat berupa daerah industri dan perdagangan pada umumnya. 

Banyaknya arus urbanisasi seperti pasca lebaran setiap tahunnya, menjadi tidak terkontrol oleh pemerintah. Salah satunya karena banyak yang habis pulang kampung, membawa sanak keluarga untuk bekerja di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya entah itu dengan keahlian yang dimiliki adalah urusan kedua setelah niat mereka yang besar. Apabila satu keluarga di ibukota Jakarta membawa 1 orang dari kampung halamannya maka dapat diperhitungkan lebih dari 2000 urban yang datang ke Jakarta setiap tahunnya yang semakin meningkat.
Pemerintah pun tidak dapat mengantisipasi lonjakan arus urbanisasi tiap tahunnya.
Sehingga sarana dan prasarana yang ada tidak dapat mencukupi kebutuhan semua masyarakat. Tidak hanya sarana dan prasarana saja yang membuat pemerintah kewalahan menghadapi urbanisasi, namun akibat urbanisasi pun meningkatkan jumlah kemiskinan, pengangguran, pemukiman yang tidak layak, meningkatnya jumlah tunawisma, sehingga kesenjangan sosial pun semakin nampak dan tindak kriminalitas pun menjadi salah satu akibat dari kondisi-kondisi tersebut.


·      Kekuatan dan kelemahan dari Urbanisasi.
      Kekuatan (Strength) atau Keuntungan
  •   Urbanisasi dapat meningkatkan kemampuan seseorang (skill) karena mereka dituntut untuk memiliki multitalented. Sehingga dapat mengembangkan diri seseorang agar orang tersebut memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam masyarakat.
  •   Tenaga kerja yang dibutuhkan dapat terpenuhi, dimana banyak industri, perdagangan dan lain-lain yang membutuhkan tenaga kerja, dan dengan adanya urbanisasi maka kebutuhan tenaga kerja teratasi sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pihak penyedia tenaga kerja maupun tenaga kerja yang ada.
  •   Dengan adanya urbanisasi dapat meningkatkan taraf hidup seseorang, karena mereka dapat hidup yang lebih baik dengan sarana dan prasarana yang mendukung di kota besar.
  •   Dengan adanya urbanisasi mampu memberikan cara pandang yang baru bagi masyarakat urbanisasi, Karena cara pandang masyarakat di desa dan di kota berbeda, maka mereka dapat mengetahui cara pandang dari kedua sisi tersebut, sehingga hal ini dapat mengubah cara berfikir mereka dalam menentukan suatu keputusan dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada.
       Kelemahan (Weakness) atau Kerugian
  •   Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.
  •   Banyaknya jumlah yang melakukan urbanisasi sehingga tidak terkontrolnya sarana dan prasarana yang tersedia. Dampaknya adalah tidak adanya tempat tinggal yang memadai.
  •   Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan menipisnya penduduk desa. Akibatnya banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan untuk usaha.
  •  Menjadi ketatnya persaingan dalam mendapatkan pekerjaan dan libih banyak yang ditolak daripada diterima. Sehingga pengagguran menjadi meningkat.
  •   Adanya pengangguran yang bertambah banyak akibat urbanisasi dan tidak punya pekejaan tetap membuat para urban tidak bisa pulang ke desa karena tidak ada biaya pulang sehingga kepadatan penduduk di kota besar semakin bertambah dengan tempat tinggal seadanya dan kesejahteraan pun menjadi bekurang.
  •   Karena terjepit biaya, bagi mereka yang penganggura banyak yang menjadi pengemis, pengamen, wanita penghibur, pekerja seks komersial, gigolo, pencopet, penjambret, penodong, dan pencuri.
  •   Banyak juga yang terjerumus akan dunia malam, narkoba, dan menjadi preman.


A.     FAKTOR-FAKTOR URBANISASI

·         Faktor Penarik (Pull Factors)
Orang desa tertarik ke kota adalah suatu yang lumrah yang sebab-sebabnya bagi individu atau kelompok mungkin berbeda satu sama lain dilihat dari kepentingan individu tadi. Beberapa alasan yang menarik mereka pindah ke kota diantaranya adalah:
1.      melanjutkan sekolah, karena di desa tidak ada fasilitasnya atau mutu kurang
2.      pengaruh cerita orang, bahwa hidup di kota gampang cari pekerjaan, atau mudahnya membuka usaha kecil-kecilan
3.      tingkat upah di kota yang lebih tinggi
4.      keamanan di kota lebih terjamin
5.      hiburan lebih banyak
6.      kebebasan pribadi lebih luas
7.      adat atau agama lebih longgar

·         Faktor Pendorong (Push Factors)
Di sisi lain kota mempunyai daya tarik, di pihak lain keadaan tingkat hidup di desa umumnya mempercepat proses urbanisasi tersebut, hal ini menjadi faktor pendorong tumbulnya urbanisasi. Faktor pendorong yang dimaksud diantaranya adalah:
1.      keadaan desa yang umumnya mempunyai kehidupan yang statis
2.      keadaan kemiskinan desa yang seakan-akan abadi
3.      lapangan kerja yang hampir tidak ada
4.      pendapatan yang rendah
5.      keamanan yang kurang
6.      adat istiadat yang ketat
7.      kurang fasilitas pendidikan

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa faktor utama penyebab timbulnya urbanisasi yang paling kuat adalah faktor ekonomi (menjadi motif utama para migran), selain itu disusul dengan faktor tingkat pendidikan.
Penyebab lain dari terjadinya urbanisasi adalah karena terjadinya “overruralisasi” yaitu tingkat dan cara produksi di pedesaan terdapat terlalu banyak orang.


B.     DAMPAK URBANISASI

Pertambahan penduduk kota yang berlebihan dan tak terduga akan menjadi beban kota. Perpindahan ini akan menjadi masalah ketika perpindahan tersebut menimbulkan masalah sosial baik bagi penduduk kota yang didatangi maupun bagi si pendatang atau secara luas bagi negara. Tetapi kota yang statis dan jumlah pertambahan penduduk kota yang tidak mampu mengisi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang deras arusnya, juga akan kurang menguntungkan perkembangan dan pertumbuhan kota itu sendiri.
Kenaikan proporsi penduduk yang tinggal di kota mengakibatkan timbulnya pengaruh baik yang positif maupun yang negatif bagi kota maupun bagi desa. Dalam buku BN Marbun, disebutkan dampak tersebut adalah sebagai berikut:

·         Dampak positif
1.      menambah pengalaman baru
2.      menambah skills
3.      meningkatakan taraf  hidup
4.      tenaga kerja terpenuhi
5.      meningkatkan pendapatan
6.      memberikan cara pandang baru

·         Dampak negatif
Tanggapan negatif terhadap urbanisasi adalah karena adanya akibat buruk yang timbul karena adanya urbanisasi. Beberapa akibat dari urbanisasi yang tidak terkendali adalah:
1.      masalah rumah dan tempat tinggal
Pada negara berkembang, kota-kotanya tidak siap dalam menyediakan perumahan yang                  layak bagi seluruh populasinya. Apalagi para migran tersebut kebanyakan adalah kaum miskin yang tidak mampu untuk membangun atau membeli perumahan yang layak bagi mereka sendiri. Akibatnya timbul perkampungan kumuh dan liar di tanah-tanah pemerintah.
2.      banyak pedagang kaki lima
3.      banyak gelandangan (pengemis dan pengamen)
4.      banyak tindakan kriminal
5.       pengangguran yang meningkat
6.      masalah transportasi (semakin macet)
7.      masalah ekologi (kenyamanan lingkungan terganggu)
8.      Semakin padat penduduk

Arus urbanisasi yang tidak terkendali ini dianggap merusak strategi rencana pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan pengendalian pemerintah kota. Beberapa akibat negatif tersebut akan meningkat pada masalah kriminalitas yang bertambah dan turunnya tingkat kesejahteraan.
Dampak negatif lainnnya adalah terjadinya “overurbanisasi” yaitu dimana prosentase penduduk kota yang sangat besar yang tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi negara. Selain itu juga dapat terjadi “underruralisasi” yaitu jumlah penduduk di pedesaan terlalu kecil bagi tingkat dan cara produksi yang ada.


A.     PEMECAHAN MASALAH URBANISASI

Masalah urbanisasi ini dapat ditangani dengan memperlambat laju pertumbuhan populasi kota yaitu diantaranya dengan membangun desa, adapun program-program yang dikembangkan diantaranya:
1.      intensifikasi pertanian
2.      mengurangi/ membatasi tingkat pertambahan penduduk lewat pembatasan kelahiran, yaitu program Keluarga Berencana
3.      mengembangkan lapangan kerja dan meningkatkan standar Upah Minimum Regional (UMR) di pedesaan
4.      program pelaksanaan transmigrasi
5.      penyebaran pembangunan fungsional di seluruh wilayah
6.      pengembangan teknologi menengah bagi masyarakat desa
7.      perlu dukungan politik dari pemerintah, diantaranya adanya kebijakan seperti reformasi tanah


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar